
CERITA PERTUNJUKAN TARI BARONG SUNDA DAN UPASUNDA
Sunda dan Upasunda merupakan dua Raksasa kembar yang sangat kompak dan
memiliki kesaktian luar biasa. Mereka menaklukkan tiga alam hingga mengganggu kahyangan.
Brahma mengutus Tilottama untuk menghentikan mereka. Karena terpikat kecantikannya,
Sunda dan Upasunda saling berebut hingga bertarung. Pertarungan tersebut menyebabkan
keduanya tewas dan keseimbangan tiga alam kembali terjaga.
PEMBUKAAN
Cerita Sunda dan Upasunda dibuka dengan kehadiran sesosok Barong keket (makhluk
mitologis yang digambarkan berkepala singa dengan bulu lebat) yang hidup bersama seekor
kera di tengah hutan belantara. Kemudian datang sekelompok orang yang sedang membuat
keributan dan merusak ketenangan hutan. Mereka bertemu dengan kera dan terjadi perkelahian
sengit antara ketiga orang tersebut dengan kera yang dibantu oleh kijang. Pada akhirnya, sang
kera berhasil melukai salah seorang dari sekelompok orang tersebut.
BABAK SATU (SUNDA DAN UPASUNDA)
Memperkenalkan Sunda dan Upasunda, dua raksasa kembar yang sangat kompak dan memiliki
kekuatan luar biasa. Keduanya memiliki ambisi besar untuk menguasai seluruh dunia.
Keinginan tersebut membawa mereka melakukan tapa brata demi memperoleh kesaktian.
BABAK DUA (TAPA BRATA DAN ANUGERAH BRAHMA)
Sunda dan Upasunda bertapa di Gunung Windhya. Dahsyatnya pertapaan mereka
mengguncangkan tiga alam hingga Brahma datang. Mereka memohon senjata tiada tanding
dan keabadian. Brahma menolak keabadian, sehingga mereka meminta agar hanya dapat
dibunuh oleh satu sama lain. Permohonan tersebut dikabulkan.
BABAK TIGA (PENAKLUKAN TIGA ALAM)
Dengan kesaktian yang diperoleh, Sunda dan Upasunda kembali dan mengumpulkan pasukan.
Mereka mulai menaklukkan dunia hingga mengusik kahyangan dan para Dewa. Kesombongan
serta ambisi mereka semakin besar, menyebabkan ketenteraman tiga alam terganggu.
BABAK EMPAT (TILOTTAMA DAN PERSETERUAN)
Untuk menghentikan Sunda dan Upasunda, Brahma mengutus Bidadari Tilottama. Ketika
kedua raksasa sedang merayakan kemenangan Tilottama hadir dengan kecantikannya.
Keduanya terpikat dan mulai saling berebut untuk mendapatkan Tilottama. Tilottama
kemudian mengadu Sunda dan Upasunda untuk menentukan siapa yang berhak memilikinya.
BABAK LIMA (PERTARUNGAN DAN KEHANCURAN)
Sunda dan Upasunda akhirnya saling berhadapan. Kekompakan yang selama ini menjadi
kekuatan mereka berubah menjadi perseteruan. Pertarungan dahsyat terjadi hingga keduanya
saling membunuh. Setelah Sunda dan Upasunda tewas, kekacauan berakhir dan keseimbangan
tiga alam kembali pulih.